Krisis Logika

Spread the love

Kemahiran orang mempengaruhi massa lewat medsos sebenarnya begitu- begitu saja. Tetapi, yang jadi makin luar biasa adalah dampaknya. Sebab, penyebarannya masif dan intens, sehingga para agitator atau influencer leluasa menebar propaganda di lini massa kapan pun mereka mau, atau diorder.

Banjir informasi di media sosial adalah keniscayaan. Ini membuat konten semakin sulit dipilah mana pesan yang jernih atau yang sampah.

Ini karena kemampuan sebagian masyarakat memproses informasi masih dangkal. Kalau tidak mau dikatakan payah. Banyak celah yang membuat orang mudah menjadi korban konten yang membawa misi untuk menghasut dan menipu. Kepentingannya macam-macam. Dari ideologi, politik, SARA atau sekadar soal sentimen asmara.

Masalah yang paling utama adalah buruknya metode berpikir. Logika yang kusut, amburadul, melompat-lompat, atau main terabas.

Ini fatal karena logika adalah alat utama untuk berpikir proporsional. Fair, komperhensif dan kritis. Logika adalah alat mencari dan mendekati kebenaran.

Jika rusak logikanya, maka sudah bisa dipastikan, otak akan dipenuhi berbagai sampah informasi yang akhirnya meracuni akal dan emosi.

Pola pikir pun menjadi berantakan. Tidak bisa lurus. Seradak-seruduk. Melompat-lompat. Ujung-ujungnya gampang benci. Atau terlalu mudah kagum. Ini memang sesuai dengan tujuan para buzzer. Menumbuhkan kebencian atau menciptakan fanatisme buta. Mereka paham betul caranya.

Kita yang tidak tahu dan tidak sadar bahwa logika kita diserang dari berbagai arah agar lumpuh dan mudah diarahkan.

Gerakan anti hoax seharusnya tidak hanya fokus pada ujaran dan ajakan, tetapi juga pembekalan terhadap masyarakat. Sebuah gerakan besar untuk mendidik masyarakat berpikir logis. Misalnya, memasukan mata pelajaran dasar logika dari mulai kelas SLTP hingga perguruan tinggi. Di setiap jurusan. Ah, orang yang kuliah Dasar Logika juga belum tentu cakap berpikir logis. Nah, kan…Nah kan…. narik kesimpulannya seenak udel.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *