Durian yang Tertuduh

Spread the love

Durian biang masalah kecelakaan pesawat Mandala Airlines di Medan pada 5 September 2005. Ini dugaan. Pangkalnya, ada fakta bahwa pesawat nahas itu mengangkut 2 ton durian.

Isu kelebihan muatan mencuat. Keberadaan dua ton durian di kargo dikait-kaitkan dengan sebab jatuhnya pesawat yang menewaskan 149 jiwa itu. Salah satu korban adalah Gubernur Sumatera Utara ketika itu, Tengku Rizal Nurdin.

Soal penyebab kecelakaan, KNKT menyebut faktor teknis yang mengakibatkan pesawat gagal takeoff. Ga ada urusan sama durian.

Biar begitu, sebagian orang mungkin tidak tuntas mengikuti berita. Tidak tahu soal keterangan resmi KNKT ini. Jadinya, isu durian sebagai biang kerok kecelakaan yang nempel di memori.

Makanya, pesawat dan durian kalau disatukan jadi bikin trauma. Buat yang kudet (kurang up to date). Ini terjadi di November 2018. Seorang penumpang Sriwijaya Air, sebut saja Amir (road manager band Steven and Coconut Treez) bikin heboh setelah unggah komplainnya di Facebook.  Gara-garanya pesawat yang ditumpanginya bau durian. 

“Mas…ini bau durennya parah bgt, 1 jam lho kita nyium bau beginian nanti di atas. Trus km tau gak kecelakaan pesawat mandala yg gagal take off di medan???” Begitu celotehnya.

Dalam postingan yang beredar, diketahui setelah ribut-ribut, petugas akhirnya mengalah. Durian diturunkan dari pesawat yang sedang proses take-off di Bandara Bengkulu itu. Disebut durian mencapai 2 ton. 

Kehebohan ini membuat pihak Sriwijaya Air harus turun tangan menjernihkan masalah di media. 

Kata mereka, pesawat mengangkut durian di kargo itu hal biasa. Mungkin soal pengemasan saja yang kurang sesuai SOP jadinya bau durian sampai kabin penumpang. Sriwijaya Air juga klarifikasi soal berat durian yang diangkut. Yang 2 ton itu berat total kargo. Bukan cuma durian.

Memang masalah sih, kalau sampai penumpang harus cium bau durian sepanjang perjalanan. Tapi mengait-ngaitkan durian dengan kecelakaan pesawat di Medan rasanya kurang pantas. Pencemaran nama baik durian itu namanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *