Schadenfreude Barca

Spread the love

Sudah dua pekan laga Munchen vs Barca berlalu. Tapi sebagian orang belum bisa move on.

Kalahnya Barca dengan skor 2-8 dari Munchen seperti bergalon-galon angmer yang terus-terusan dikonsumsi haters Barca.

Haters begitu menikmati penderitaan Barca dan fansnya. Belum rela pestanya bubar. Putar gelas terus. Bersulang terus. Senang Barca susah.

Rasa senang atas penderitaan orang / kelompok lain ini hal biasa. Schadenfreude namanya. Sah-sah saja.

Tapi ingat bro. Ada konsekuensi yang fatal kalau ber-schadenfreude atas kekalahan Messi dan kolega itu.

Mempertontonkan sikap schadenfreude terhadap Barca adalah kontraproduktif.

Tujuan menjatuhkan martabat Barca justru akan berbalik arah menjadi sebuah bentuk pengaggungan.

Kenapa? Karena secara tidak disadari ini adalah sebuah pengakuan Barca sebagai tim besar. Hanya tim besar yang kekalahannya dianggap luar biasa.

Bila ingin meledek Barca seharusnya para haters justru bersikap santai saja. Enggak perlu berisik di media sosial. Di segala jenis postingan. Dari postingan receh, sampai berita gedung Kejagung kebakaran.

Jadi ingat fans West Ham saat timnya dibantai 6-0 oleh Manchester City di musim 2014.

Awalnya fans City merasa jumawa, karena kemenangan besar itu. Tapi fans West Ham menetralisir kesombongan itu. Mereka bernyanyi, “Kalian tidak istimewa. Kami kalah setiap pekan. Kalian tidak istimewa”.

Pesan moralnya? Hanya tim lemah yang tidak perlu dirayakan atau diolok-olok saat kalah banyak karena itu sudah biasa.

Ingin merendahkan martabat Barca? mulailah dengan melupakan kekalahannya. Dan bersikap biasa saja. Ini justru merendahkan reputasi Barca.

Sulit? Ya pasti sulit karena Barca bukan tim lemah yang gampang dikalahkan. Apalagi dengan banyak gol.

Itu memang kejadian luar biasa. Haters patut merayakannya. Walaupun konsekuensinya ‘mau menjatuhkan tapi justru meninggikan martabat Barca.’ Mau gimana lagi!?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *