Bocah Pipis Depan Bu Menteri

Spread the love

Enggak. Bocahnya ga tau. Ga sengaja kencing depan Siti Fadillah Supari, yang saat itu tahun 2005, menjabat menteri kesehatan.

Jadi ceritanya, Bu Menteri lagi jalan di kawasan kumuh Kampung Beting Jaya, Kelurahan Tugu Utara Koja, Jakarta Utara, 25 Agustus 2005.

Di salah satu sudut gang, dua meter dari tempat Bu Menteri berdiri, ada bocah sekitar enam tahunan, asyik kencing sembarangan. Setelah itu, mencelup-celupkan jarinya di genangan. Bu Menteri langsung rasa miris. Naluri keibuannya muncul.

“Waduh, ga ada yang ngajarin ya?! Jangan main air kencing ya. Kotor, tidak sehat. Nanti tangannya dicuci ya!”

Bocah kasihan. Dia cuma bengong. Agak ketakutan. Selain Bu Menteri, banyak orang berkerumun. Bu Menteri kan bareng rombongan.

Enam bocah lain ikut nimbrung. Mereka mungkin ga mikir sampai jauh, kalau itu momen teramat epik yang bakal mereka kenang dengan gembira seumur hidup.

Tapi, yang pasti mereka yang lagi kepo sama nasib temannya itu akhirnya jadi sasaran juga. Bu Menteri sekalian bertanya apakah mereka sekolah. Ternyata semuanya menggeleng.

Mereka tidak mengenyam bangku pendidikan. Entahlah apa mereka memang belum masuk usia sekolah atau memang ga disekolahkan karena masalah ekonomi.

Eniwey, Bu Menteri pun lanjut blusukan di kampung kumuh itu untuk bagi-bagi kartu Asuransi Kesehatan Masyarakat Miskin (Askeskin) yang akhirnya jadi BPJS, yang kita kenal sekarang ini. (S.r.dtk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *