Article

Akrobat Menegangkan, Rupiah Terabas Rp15.000 per USD

Oleh: Dira Ervandy
——————

SECARA mengejutkan, selepas Hari Kesaktian Pancasila Rupiah menerabas ke posisi Rp15.000 per USD. Nilai tukar tersebut merupakan angka terburuk selama 2018 ini.

Melansir Bloomberg Dollar Index, Selasa 2 Oktober pukul 14.10 WIB, Rupiah pada perdagangan spot exchange melemah 114 poin atau 0,77% ke posisi Rp15.025 per USD.

Rupiah belakangan ini memang terus bergerak bak akrobat yang menegangkan. Terlebih hari ini, Rupiah memasuki angka keramat alias level psikologis baru yang bisa jadi merupakan ‘arena bermain’ selanjutnya.

Rupiah tak berdaya atas nilai tukar Dolar AS, lantaran terhimpit sentimen global dan lokal. Faktor eksternal paling mendominasi. Mari kita kupas satu per satu.

Faktor lokal, yang menekan Rupiah adalah proyeksi pertumbuhan ekonomi pada kuartal ke III-2018 oleh Bank Indonesia (BI) di bawah 5,2%. Hal senada juga diproyeksikan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) yang diprediksi hanya pada angka 5,1%. Kedua angka tersebut di bawah ekspektasi kuartal sebelumnya.

Sementara faktor eksternal adalah, Bank Sentral Amerika pada 27 September 2018 memutuskan untuk menaikkan tingkat suku bunga atau The Fed Rate ke posisi 2%-2,25% dari 1,75%-2%. Melalui Rapat Dewan Gubernur Bank Sentral AS Federal Open Market Committee (FOMC), negara lokomotif dunia itu menyatakan akan kembali menaikan tingkat suku bunga pada akhir tahun.
Dengan tingkat suku bunga yang tinggi, Negeri Paman Sam akan memberikan keuntungan yang lebih tinggi. Dengan begitu dolar AS semakin berjaya dan menggilas mata uang negara di dunia.

Berikut ini fakta kejatuhan nilai tukar Rupiah selama Januari-September 2018, berdasarkan data Jisdor BI.


Januari

Rupiah bergerak pada kisaran Rp13.00-Rp13.500 per USD.
Pada 2 Januari, Rupiah di posisi Rp13.542 per USD.
Pada 31 Januari, Rupiah di posisi Rp13.413 per USD.

Februari
Rupiah bergerak tajam pada kisaran Rp13.400-Rp13.700 per USD.
Pada 1 Februari Rp13.402 per USD
Pada 28 Februari Rp13.707 per USD

Maret
Rupiah menetap di kisaran Rp13.700 per USD.
Pada 1 Maret Rp13.793 per USD
Pada 28 Maret : Rp13.756 per USD

April
Rupiah terus merosot di level Rp13.700- Rp13.800 per USD.
Pada 2 April : Rp13.750 per USD.
Pada 30 April : Rp13.877 per USD.

Mei
Level psikologis Rp14.000 per USD. Terburuk pada 24 Mei, di posisi Rp14.205 per USD.
Pada 2 Mei : Rp13.930 per USD
Pada 31 Mei : Rp13.951 per USD

Juni
Ketegangan Rupiah mereda kembali ke posisi Rp13.800. Namun tetap bergerak di range ekstrim Rp13.800-Rp14.499 per USD.
Pada 4 Juni : Rp13.872 per USD
Pada 29 Juni : Rp14.404 per USD

Juli
Rupiah bergerak di range Rp14.400-Rp14.500 per USD.
Titik terendah pada 20 Juli di level Rp14.520 per USD.
Pada 2 Juli : Rp14.331 per USD
Pada 31 Juli : Rp14.413 per USD

Agustus
Rupiah kembali bergerak ekstrim, terperosok dengan cepat di level Rp14.400 menuju Rp14.700 per USD.
Pada 1 Agustus : Rp14.442 per USD
Pada 31 Agustus : Rp14.711 per USD

September
Rupiah semakin bergerak liar, ke posisi Rp14.938 per USD ada 26 September.
Pada 3 September : Rp14.767 per USD
Pada 28 September : Rp14.929 per USD

Be Sociable, Share!
128 views

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail