Article

Crazy Rich Asians, Mana Capres yang Bikin Terkesan?!

Oleh: Sarif Hidayat
——————-

Sutradara sukses Taika Waititi membuka kondisi dapur industri Film Hollywood. Industri sudah kehabisan ide membuat film berbobot. Mungkin semua tentang Amerika sudah dieksplorasi habis-habisan.

Mereka kini sedang kasak-kusuk berburu ide ke berbagai belahan dunia. Ke luar dari zona nyaman. Saya sepakat dengan Waititi: kondisi itu memberikan peluang untuk industri film di berbagai belahan di dunia.

Film Crazy Rich Asians seakan menjadi pluit tanda akan dimulainya babak baru industri film dunia. Terkandung pesan: ternyata banyak ide di luar Amerika berpotensi menjadi box office.

Industri film dunia cepat atau lambat akan memasuki era baru. Tak cuma film tetapi juga industri kreatif lainnya.

Negeri yang serius menggarap industri kreatif akan meraup untung. Entah hanya sekadar akan menjadi mitra produsen asing atau bisa berdiri di kaki sendiri. Yang jelas: industri kreatif akan menjadi jalan baru untuk membuka jutaan lapangan kerja.

Soal industri kreatif. Potensi Indonesia tentu tidak kalah dari negara manapun. Kita punya banyak anak muda berbakat. Sudah ada buktinya: Iko Uwais sudah malang melintang di Holywood. Aksi pesulap The Sacred Riana membuat warga dunia menikmati sensasi magisnya. Di musik, ada penyanyi gambus Sabyan, lagu-lagunya sering diputar di radio-radio di Timur Tengah.

Kalau digali dan dirangsang mungkin negeri ini bisa menghasilkan talenta berbakat lebih banyak. Tapi anak negeri butuh dukungan pemerintah: Fasilitas dan akses. Mungkin bisa menjadi salah satu opsi; kita bisa tiru India. Negeri asal goyang Chaiya-Chaiya ini sudah terbukti mampu menghidupkan industri kreatif.

Sekitar tiga tahun lalu saya pergi ke sebuah bioskop di India. Dari 10 studio, 7 di antaranya diisi film lokal. Dalam satu tahun, India bisa memproduksi film layar lebar lebih dari seribu. Keren kan…

Hasil.produkai mereka sudah di ekspor ke berbagai negara. Termasuk Indonesia. Kita termasuk pelanggan setia. Saking seringnya: Kita hafal dendang khas dangdut India. Ayo ngaku….!

Perfilman di India berkembang pesat di topang berbagai faktor. Antara lain, India memiliki Ramoji Film City. Studio terbesar di dunia berdasarkan Guinness World Record. Studio ini memilik luas 2.000 acre (809 Hektare). Ya, kira-kira luasnya, lima kali dari Taman Mini Indonesia Indah lah. Di dalam Ramoji terdapat banyak setting latar/back drop (lokasi syuting) untuk mendukung pembuatan film. Setiap lokasi memiliki ukuran berbeda-beda.
Ada yang luasnya dua kali lapangan sepak bola. Bangunan permanen dan mirip dengan aslinya.

Di sana antara lain ada ikon bukit dengan tulisan Holywood, area café ala kota Paris, pemukiman gaya Timur Tengah, Jepang, kota-kota si India dengan latar era tahun 1960-an. Juga dilengkapi berbagai properti. Infrastuktur ini membuat ongkos produksi film menjadi lebih murah dan efisien.
Saat saya ke sana, saya menyaksikan langsung anak-anak muda sedang membuat film.

Industri kreatif ini menjanjikan untuk masa depan ekonomi negeri ini. Siapa kira-kira capres-cawapres menawarkan industri kreatif paling konkrit. Juga masuk akal. Kaum milenial siap dukung. ngutip bahasa betawi: Ente Jual, Ane Beli…

Be Sociable, Share!
313 views

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail