Article

Makar Dollar

ELITE kita belum berubah. Suka enggak jujur. Dua-duanya: elite oposisi dan pemerintah. Rupiah terkapar-oposisi paling gempar. Oposan mengambarkan  seolah-olah besok bakal hancur-hancuran ( lebay ah).

Rupiah lesu sebesar 7.04 persen (Januari-Juli) memang pasti membuat biaya hidup membengkak. Tapi menyama-nyamakan seperti krisis tahun sembilan delapan, itu kejauhan. Terlampau berlebih-lebihan. Kecuali rupiah terus terkapar. Mungkin negeri ini bisa masuk jurang beneran. (Jangan sampe ah. Takuuut).

Pemerintah juga nggak jujur. Bilang kondisi ekonomi baik-baik saja. (Helllo…. Ngomong sono sama ember…he..he..).

Yang terhormat bapak & ibu pemerintah. Rakyat sudah  tahu: dampak pelemahan rupiah ini tinggal menghitung hari. Barang-barang akan melesat naik. Bakal Mencekik ekonomi rakyat.

Yang kurang saya tahu, kenapa  defisit sampe bengkak begitu? Dulu kan bapak janji swasembada pangan selesai 3 tahun. Bapak juga janji bangun industri bahan baku. Bagaimana perkembangannya? Kalau semua jalan, bukankah nasib kita enggak senahas sekarang?

Selain soal dampak,  rakyat juga sudah tahu ancaman rupiah anjlok masih besar. Kata berita sih: Ada faktor ketidakpastian global, The Fed (bank sentral AS) mau naikin suku bunga lagi.  Ada juga faktor domestik: akhir tahun jadwal swasta bayar utang.

Sebagai rakyat, saya cuma mau bapak-bapak elite lebih jujur saja. Jangan tambah beban rakyat dengan politisasi ekonomi. Kesampingkan dululah soal copras-capres. Rakyat ngarep pelemahan rupiah tidak semakin dalam.

Jujur nih Pak dan Bu:  Saya lebih takut  makar dollar dari pada isu makar-makaran.  Makar dolar lebih nyata. Serangannya dahyat. Langsung masuk ke setiap dapur rakyat. **

**Syarif Hidayat

Be Sociable, Share!
94 views

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

cool good eh love2 cute confused notgood numb disgusting fail